My trip at Klayar Beach


Ya, berawal dari jalan-jalan yang tak direncanakan, kami memulai perjalan panjang menuju Pacitan.

Saya bersama salah satu teman saya Feni, diajak temannya untuk ikut jalan jalan ke Pacitan. Daripada liburan gak kemana mana, akhirnya kami putuskan untuk ikut bersama mereka.

Setalah perjalan yang cukup lama, karena tak tahu jalan, kami hanya muter muter mengikuti petunjuk GPS yang semakin gak karuan arahnya, tak lagi di jalan raya, namun menyusuri jalanan perkampungan, dan alhasil kami berangkat pukul 11.00 dari semarang, sampai Salatiga pukul 12.15, menjemput salah satu teman, istirahat, shalat dan makan siang, pukul 14.00 kami berangkat menuju Pacitan, pukul 19.30 kami sampai di pantai Klayar, Pacitan, Jawa Timur

Setelah parkir, membawa semua perlengkapan camping, kami segera menyusuri pantai mencari lokasi yang bisa kami gunakan untuk mendirikan tenda. Saat kami menginjakkan kaki disana, sudah cukup ramai tempat itu dengan banyak tenda tenda yang sudah berdiri mungkin sejak sore tadi.

Sembari beberes,mendirikan tenda, kami masak mie instan. Oh ya, kami berangkat satu mobil 7 orang, 6 orang lagi berangkat sore dengan mobil satu nya karena menunggu beberapa orang yang masih kerja. Ya kami 7 orang, aku, Feno, Phia, Nanang, Anton, Yaya, Imam. Setelah tenda berdiri, kami ke kamar mandi bergantian sembari shalat isya’ dan magrib. Setelah makan malam, kami menunggu denting jam 00.00 malam pergantian tahun 2015 ke tahun 2016 dengan istirahat didalam tenda yang telah berdiri. Ya, pukul 00.00 kembag api pengunjung satu persatu meletus di udara.

IMG_20160101_053601_HDR

Tak lama selepas kembang api usai,rombongan ke2 telah tiba di camp area kami,

Ya kami istirahat untuk esuk menikmatai indah nya pantai klayar.

Pagi menjelang, betapa indahnya pagi. Terbentang luasnya, yang sejak semalam tak kami lihat keindahan pantai, hanya desir ombak yang menghantam bebatuan, begitu kencangnya, hingga malam ku ditenda berdesir takut, ya takut ombak besar naik ke daratan. Tak nyenyak tidurku ketika desir ombak semakin malam semakin memecah keheningan. Pagi ku berkeliling, menikmati hembusan angin sepoi, terpaan ombak besar.

Tak berani ki mendekat bibir pantai, ku hanya berdiri jauh, menunggu ombak terakhir sampai kekaki. Ya waktu itu, laut sedang pasang, ombak menjulan tinggi. Pengunjung dilarang terlalu dekat dengan laut, dilarang bermain main dengan ombak.

Ya itulah sekilas keindahan pantai Klayar yang telah Allah ciptakan agar kami bersyukur, Alhamdulillah. Semoga esuk bisa berskunjung kesana lagi,bermain air .hehe #aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s